1 Puisi Kepergian Cinta karya Arbi Delfian
Layaknya bunga yang tak bertangkai
Inilah aku tanpa dirimu
Harum semerbakmu telah menghilang
Jauh pergi dari indra cintaku
Semua rasa cinta ku persembahkan untukmu
Semua isi hati ku curahkan padamu
Tapi hatimu berkata lain
Sungguh itu menyulitkan bagiku
Aku ingin kembali menghirup nafas cinta itu
Yang begitu menentramkan dihatiku
Lama sudah aku tak berjalan
Mengitari roda waktu dengan dirimu
Jalan yang sempit akan ku lapangkan untukmu
Waktu yang menghimpit akan ku luangkan untukmu
Dan cinta yang pahit akan ku jauhkan darimu
Betapapun itu, aku sungguh merindukanmu
Namamu masih saja menghantui
Dalam setiap buku harian cintaku
Tertulis indah dengan tinta biru
Yang menyatakan tempat keistimewaan bagimu
Abadi sudah peniti itu menusuk helaian baju
Dalam sebuah bilik di kamarku
Itu bukan kamar biasa
Melainkan kamar yang bertaburan cinta
Luapan kata itu hanya seketika
Tapi itu cukup bermakna
Meski engkau terus bertanya
Ada apa denganku sebenarnya ?
Aku masih mengingatmu
Menyelimuti dalam keseharianku
Kata luka terlontar untukku dan untukmu
Sudahlah jangan hiraukan itu
Pahami langit dan awan-awan
Dia terus saja terpecahkan
Tapi dia melambangkan setia
Karena dialah sang penghias semesta
Andai kita kembali bertemu
Akan ku utarakan semua isi hatiku padamu
Bahwa aku sangat mencintai dirimu
Namun sedihnya engkau tak pernah pahami itu
Seakan semuannya terlihat semu
Karena kesetiaanmu hanya seujung kuku
Namun bunga cintaku takkan pernah layu
Dalam kuatnya rasa cinta kepada dirimu
Entah
apa yang sebenarnya kau rasa
Akan cinta dariku yang sesungguhnya
Sepertinya aku akan hidup tanpa cinta
Seperti inspirasi hilang tanpa karya
Cintaku bagaikan sedalam lautan
Kepada dirimu yang selalu ku berikan
Namunselama ini aku yang telah tenggelam
Dalam dasar lautan cinta kepedihan
Dahulu pernah kau bilang cinta kepadaku
Bahwa kau akan selalu setia bersama diriku
Namun sepertinya semua telah dimakan waktu
Bersama luka dan dusta yang kurasa darimu
Sajak kesedihan telah sadarkan aku
Cerita kebahagiaan telah mengingatkan aku
Tentang betapa pentingnya dirimu
Ketika kau telah jauh dariku
Sudahlah, sudahi air mata kecewa
Kembalikan lagi pada air mata bahagia
Berikan kembali senyuman manismu itu
Pada saat hari jatuh dalam kebahagiaan
Ya, aku hanya bisa menggunakan tinta
Dengan sepasang kegombalan yang buta
Nyanyian itu tak bisa disebut luka
Karena itu manis seperti dirimu
Kata-kata apa lagi yang harus ku sembunyikan
Sungguh aku tidak bisa lakukan itu
“ Sudah ada
langit yang menunggu ku disana
Dan
bintang-bintang yang belum di beri nama ”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar